| | ----------------------------------------
| Kategori | : | Nasihat |
| Alih Bahasa | : | Abu Muslim alKatuniy |
| Dikirim oleh | : | Abu Muslim alKatuniy |
| Sumber | : | www.alalbany.net
|
----------------------------------------
Al Imam al Muhaddits al 'Allamah asy Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albaniy -rohimahulloh- berkata (di dalam Silsilah ash Shohihah, hadits no 1173), ketika mengomentari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Abdirrohman as Silmiy dari Utsman bin 'Affan secara marfu':
خيركم من تعلم القرأن وعلمه
"Sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya"
Syaikh Al Albani berkata:
Hadits ini menunjukkan pentingnya mempelajari Al Qur'an, dan sebaik-baik orang yang mengajarkan (ilmu) adalah mengajarkan Al Qur'an, dan sebaik-baik orang yang belajar adalah orang yang mempelajari al Qur'an. Oleh karena itu wahai para penuntut ilmu, pelajarilah al Qur'an karena sesungguhnya mempelajari al Qur'an banyak mengandung manfaat yang agung.
Sesungguhnya pada masa kita sekarang ini, engkau temukan banyak sekali para da'i atau para penuntut ilmu pemula yang mengkhidmatkan dirinya dalam berdakwah, fatwa dan menjawab berbagai persoalan masyarakat, (akan tetapi) ia tidak memperbaiki bacaan al Fatihahnya dengan makhroj huruf yang tepat. Engkau lihat (terkadang) ia mengucapkan huruf sin "س" dengan huruf dhod[1] "ض", huruf tho'"ط" sebagai ta' "ت", huruf dzal "ذ" sebagai zain "ز", dan huruf tsa' "ث" sebagai sin "س", dan terjadinya lahnul jaliy (kesalahan yang nyata) yang lebih berat daripada lahnul khofiy (kesalahan yang samar). Maka wajib untuk memperbaiki (men-tahsin) hafalan bacaan al Qur'an supaya dapat memperbaiki istikhroj (mengemukakan) ayat untuk berdalil di dalam majelis-majelis nasihat, pelajaran dan dakwahnya.
(Terkadang) engkau melihatnya ia sibuk dengan tashih wa tadh'if (penshohihan dan pendhoifan hadits), membantah pendapat ulama dan melakukan tarjih (menguatkan satu pendapat atas pendapat yang lainnya). Engkau juga mendengar darinya senantiasa (mengucapkan) kalimat (yang sebenarnya) kedudukan kalimat tersebut lebih tinggi daripada kedudukan yang ia berpijak di atasnya. Terkadang engkau dengar ia mengatakan: "Saya berpendapat, Saya katakan, perkataanku dalam masalah ini demikian, pendapat yang rojih menurut saya begini...".
Akan tetapi anehnya, engkau dapati orang yang semisal dengan mereka tersebut tidak (mau) menyampaikan permasalahan-permasalahan yang telah disepakati ulama. Bahkan ia -kecuali yang dirohmati Alloh- terus-menerus membahas permasalahan khilafiyah hingga berpayah-payah di dalamnya. Terkadang ia juga melakukan tarjih di antara pendapat para ulama, Aku berlindung kepada Alloh dari riya', sum'ah dan dzuhur (merasa senang, bangga dilihat, didengar, dan dinampakkan bahwa ia ahli di bidang ini dan itu-pent). Aku nasihatkan pertama kalinya untuk diriku sendiri, kemudian kepada mereka para du'at dan penuntut ilmu bahwa yang terbaik bagi penuntut ilmu untuk memulai belajarnya adalah dengan menghafal al Qur'an, berdasarkan firman Alloh :
فذكر بالقرآن من يخاف وعيد "Berikanlah peringatan dengan al Qur'an bagi mereka yang takut kepada ancaman-Ku".(QS Qaaf 45)
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم تسليما
[1] Demikianlah yang tertulis. Kemungkinan di sini ada salah tulis, dan yang benar adalah seperti huruf Shod "ص"[pent]
Sumber: alalbany.net/misc/misc007.html
|