|
|
FIQH - HADITS
 |
 |
 |
 |
Dipasang tanggal: 08 Maret 2007
Hadits-Hadits Fadhoil Surat al Ikhlas
|
 |
| | ----------------------------------------
| Kategori | : | Fiqh - Hadits |
| Alih Bahasa | : | Abu Muslim alKatuniy |
| Dikirim oleh | : | Abu Muslim alKatuniy |
| Sumber | : | Risalah "Tafsir al Ikhlas" bilughotil 'arobiyyah
|
----------------------------------------
Mukadimah Risalah berikut ini mengutarakan hadits-hadits yang berkaitan dengan fadhilah/ keutamaan surat al Ikhlas. Di antara keutamaan surat al Ikhlas adalah kecintaan kepada surat al Ikhlas bisa memasukkan ke dalam surga, surat Al Ikhlas sebanding dengan sepertiga al Qur'an, dan yang lainnya. Terdapat hadits-hadits yang shohih sehingga bisa kita amalkan. Disebutkan juga hadits yang dhoif -sebagai peringatan- sehingga kita mengetahuinya dan untuk kita tinggalkan. Semoga risalah ini bermanfaat, kebenaran datangnya dari Alloh, sedangkan kesalahan dan kekurangan datangnya dari syetan -kita berlindung kepada Alloh dari bisikannya.(Abu Muslim)
Sebab Turunnya dan Keutamaan Surat al Ikhlas
Berkata al Imam Ahmad rohimahulloh , menceritakan kepada kami Abu Sa'id Muhammad Maysaroh ash Shoghoniy, ia berkata meriwayatkan kepada kami Abu Ja'far ar Roziy, ia berkata meriwayatkan kepada kami ar Robi' bin Anas dari Abul 'Aliyah bin Ka'ab, (ia berkata) bahwasannya orang-orang musyrik berkata kepada Nabi sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam, "Wahai Muhammad, (jelaskan) nasab Rabbmu kepada kami", maka Alloh Ta'ala menurunkan(قل هو الله أحد * الله الصمد * لم يلد ولم يولد * ولم يكن له كفوا أحد). Demikianlah Tirmidzi, Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Ahmad bin Mani'. Ibnu Jarir dan Mahmud bin Khodasy menambahkan dari Abu Sa'id Muhammad bin Maysaroh dengan riwayat ini. Ibnu Jarir menambahkan dan Tirmidzi berkata(الصمد) adalah Dzat yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Karena tidaklah sesuatu itu diperanakkan pasti akan mati dan tidaklah sesuatu itu mati kecuali akan mewariskan. Sedangkan Alloh, sesungguhnya Alloh 'Azza wa Jala tidak mati dan tidak mewariskan. dan Ia (Alloh) tidak ada seorang pun yang sekufu (sebanding) denganNya, tidak ada yang serupa denganNya, dan tidak ada sesuatu apapun yang sebanding dan semisal denganNya.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan hadits dari Abu Sa'id Muhammad bin Maysaroh dengan hadits ini. Kemudian Tirmidzi meriwayatkan dari budaknya Ibnu Humaid dari 'Ubaidulloh bin Musa dari Abu Ja'far dari Abu ar Rabi' dari Abul 'Aliyah, kemudian menyebutkan Musa, lalu tidak menyebutkan hadatsana (telah meriwayatkan kepada kami), lalu Tirmidzi berkata: "Riwayat ini yang paling shohih dari haditsnya Abu Sa'id".
[Hadits Lain]
Berkata al Hafidz Abu Ya'la al Maushuliy, ia berkata meriwayatkan kepada kami Suraij bin Yunus, ia berkata meriwayatkan kepada kami Isma'il bin Mujalid dari Mujahid dari Sya'bi dari Jabir Radhiyallohu 'anhu ia berkata, bahwasannya seorang arab badui datang kepada Nabi sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam kemudian berkata: "(Terangkan) nasab Rabbmu kepada kami" kemudian Alloh 'Azza wa Jala menurunkan (قل هو الله أحد sampai akhir surat ), sanadnya mutaqorrib.
Ibnu Jarir juga meriwayatkan dari Muhammad bin 'Auf dari Suraij, kemudian menyebutkan hadits tersebut. Dan tidak ada seorangpun dari salaf yang meng-irsal-kan hadits ini.
Dan Ubaid bin Ishaq al 'Athor meriwayatkan dari Qois bin ar Robi' dari 'Ashim dari Abu Wa'il dari Ibn Mas'ud Radhiyallohu 'anhu , ia berkata: "Orang-orang Quraisy berkata kepada Rasululloh sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam 'Terangkan nasab Rabbmu kepada kami' kemudian turun surat ini ((قل هو الله أحد))
Thobroniy berkata: al Firyabi dan yang lainnya meriwayatkannya dari Qois dari Abu 'Ashim dari Abu Wa'il secara mursal. Kemudian ath Thobroni meriwayatkan dari haditsnya Abdurrohman ibnu 'Utsman ath Tho'ifiy dari al Wazi' bin Nafi' dari Abu Salamah dari Abu Huroiroh Radhiyallohu 'anhu, ia berkata: Rasululloh sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:
"Setiap sesuatu itu mempunyai nasab dan nasabnya Alloh adalah qul huwallohu ahad (قل هو الله أحد, الله الصمد), ash Shomad adalah……… ليس بأجوف
KEUTAMAAN SURAT AL IKHLAS
Berkata Imam Bukhori, meriwayatkan kepada kami Muhammad, yaitu adz Dzuhliy, ia berkata meriwayatkan kepada kami Ahmad bin Sholih, ia berkata meriwayatkan kepada kami Ibnu Wahb, ia berkata mengabarkan kepada kami 'Amru dari Ibn Abi Hilal, bahwasannya Abu Rijal Muhammad bin 'Abdirrohman meriwayatkan hadits kepadanya dari Ibunya 'Umroh bintu 'Abdirrohman, saat itu ia berada di kamar 'Aisyah istri Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam, dari 'Aisyah Radhiyallohu 'anha bahwasannya Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam mengutus seorang laki-laki dalam suatu ekspedisi militer (sariyah). Ketika ia mengimami sholat bersama teman-temannya, ia menutup bacaannya dengan "Qul huwallohu ahad". Tatkala mereka kembali, mereka melaporkan kepada Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam, maka Beliau berkata: "Tanyakan kepadanya mengapa dia melakukan hal itu". Kemudian orang itu berkata "Karena dalam surat itu mengandung sifat ar Rahman, dan aku menyukai untuk membaca surat tersebut". Kemudian Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda: "Kabarkan kepadanya bahwasannya Alloh cinta kepadanya".
Demikianlah riwayat Bukhori dalam Kitab at Tauhid. Sebagian ada yang menjatuhkan penyebutan (dalam sanad) Muhammad adz Dzuhliy dan menjadikannya sebagai riwayat dari Ahmad bin Sholih. Imam Muslim dan Nasa'i telah meriwayatkannya pula dari haditsnya Abdulloh bin Wahb dari 'Amru ibnul Harits dari Sa'id bin Abi Hilal dengan hadits ini.
[Hadits Lain]
Imam Bukhori berkata di dalam Kitab ash Sholah, berkata 'Ubaidulloh dari Tsabit dari Anas radhiyallohu 'anhu, ia berkata: "Ada seorang laki-laki Anshor yang mengimami kaumnya di masjid Quba. Setiap kali ia membuka bacaan surat (setelah al Fatihah) ketika sholat, ia selalu mengawali dengan bacaan 'qul huwallohu ahad' sampai selesai, kemudian ia membaca surat yang lainnya. Dan dia melakukan hal tersebut di setiap rekaatnya, maka orang-orang berkata kepadanya: 'Sesungguhnya engkau membuka bacaan surat dengan surat ini (yakni qul huwallohu ahad-pent), kemudian engkau tidak melihat bahwasannya (seolah-olah) engkau diganjar dengan membacanya bersama surat yang lain, terkadang engkau membaca surat itu dan berdoa dengannya, kadang dengan surat yang lain'. Maka ia pun berkata: 'Aku tidak akan meninggalkannya, jika kalian suka aku akan mengimami kalian dengan apa yang aku lakukan, dan jika kalian tidak suka maka aku tidak akan mengimami kalian'. Dan mereka memandang bahwasannya tidak ada orang yang lebih utama dari orang tersebut dan mereka pun tidak suka jika diimami oleh selain dia. Tatkala Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam datang, mereka memberitahukan kepada Nabi, kemudian Beliau Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:
"Wahai Fulan, apa yang menghalangimu untuk melakukan sebagaimana yang diminta oleh kaummu, dan apa yang mendorongmu untuk melazimkan dirimu membaca surat tersebut pada tiap rekaat?" Laki-laki itu menjawab: "Sesungguhnya aku mencintai surat itu". Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda: "Cintamu kepada surat itu memasukkanmu ke surga."
Demikian Bukhori mengeluarkannya secara mu'allaq dengan lafadz jazm.
Abu 'Isa at Tirmidzi meriwayatkannya dalam Jami'nya dari Bukhori dari Isma'il bin Abi Uways dari Abdul Aziz bin Muhammad ad Darowudiy dari 'Ubaidulloh bin Umar kemudian menyebutkan sanadnya dengan sanad yang sama. Kemudian Tirmidzi berkata ghorib dari haditsnya 'Ubaidulloh dari Tsabit. Tirmidzi berkata, Mubarok bin Fudholah telah meriwayatkan dari Anas radhiyallohu 'anhu bahwasannya seorang laki-laki berkata :
"Wahai Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam, sesungguhnya aku cinta kepada surat ini (yakni Qul Huwallohu ahad)". Beliau Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam berkata: "Sesungguhnya kecintaanmu akan surat ini, (dapat) memasukkanmu ke surga".
Riwayat ini, Tirmidzi meriwayatkannya secara muallaq.
Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya secara bersambung. Beliau berkata, meriwayatkan kepada kami Abu Nadhr, meriwayatkan kepada kami Mubarok Ibnu Fudholah dari Tsabit dari Anas radhiyallohu 'anhu, ia berkata: Datang seorang laki-laki kepada Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam kemudian berkata: "Sesungguhnya aku cinta kepada surat ini (qul huwallohu ahad)". Maka Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam berkata: "Kecintaanmu kepada surat ini memasukkanmu ke surga".
SURAT AL IKHLAS SEPERTIGA AL QUR'AN
Imam Bukhori berkata, telah meriwayatkan kepada kami Isma'il, meriwayatkan kepadaku Malik dari Abdurrohman bin 'Abdulloh bin Abdirrohman bin Abi Sho'sho'ah dari ayahnya dari Abu Sa'id bahwasannya ada seorang laki-laki mendengar adanya orang yang membaca qul huwallohu ahad secara berulang-ulang. Ketika datang waktu subuh, ia (Abu Sa'id) datang kepada Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam dan menanyakan hal tersebut, seperti seorang yang كأنّ الرجل يتقالها. Maka Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam berkata: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya surat al Ikhlas itu timbangannya sepertiga al Qur'an".
Isma'il bin Ja'far menambahkan dari Malik dari 'Abdurrohman bin Abdillah dari Bapaknya dari Abu Sa'id, ia berkata telah mengabarkan kepadaku saudaraku; Qotadah bin Nu'man dari Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam.
Bukhori juga meriwayatkan dari Abdulloh bin Yusuf dan al Qo'nabiy. Abu Dawud juga meriwayatkan dari al Qo'nabiy, dan Nasai dari Qutaibah, semuanya dari Malik dengan riwayat ini. Hadits Qotadah bin Nu'man dengan sanadnya Nasa'i melalui dua jalur periwayatan, yaitu dari Ismail bin Ja'far dan dari Malik.
[Hadits Lain]
Imam Bukhori berkata: meriwayatkan kepada kami Umar bin Hafsh, ia berkata meriwayatkan kepada kami Bapakku, ia berkata menceritakan kepada kami Ibrohim dan adh Dhohak al Masyriqiy dari Abu Said Radhiyallohu 'anhu , ia berkata: Nabi sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam berkata kepada para sahabat: "Tidakkah salah seorang dari kalian merasa payah jika membaca al Qur'an sebanyak sepertiga al Qur'an dalam semalam?" Lalu merasa beratlah atas mereka, dan berkata: "Siapakah di antara kami yang mampu, Wahai Rasululloh?" Beliau bersabda:"الله الواحد الصمد ثلث القرآن."
Bukhori bersendirian dalam meriwayatkan haditsnya Ibrohim bin Yazid an Nakhoi dan haditsnya adh Dhohak bin Syarohbil al Hamadani al Masyriqiy. Keduanya dari Abu Said. Berkata al Fariri aku mendengar Abu Ja'far Muhammad bin Abi Hatim di belakang Abu Abdillah berkata: berkata Abu Abdillah Imam Bukhori dari Ibrohim mursal, dan dari adh Dhohak berupa musnad.
[Hadits Lain]
Berkata Imam Ahmad, telah meriwayatkan kepada kami Yahya bin Ishaq, meriwayatkan kepada kami Ibnu Lahi'ah dari al Harits bin Yazid dari Abul Haitsam dari Abu Said al Khudriy radhiyallohu 'anhu, ia berkata: Qotadah bin Nu'man tidur semalaman dengan bacaan Qul Huwallohu Ahad, lalu dilaporkanlah hal itu kepada Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam, lalu beliau Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya Qul Huwallohu ahad itu timbangannya separo al Qur'an - atau sepertiganya -"
[Hadits Lain]
Imam Ahmad berkata telah meriwayatkan kepada kami Hasan, meriwayatkan kepada kami Ibnu Lahi'ah meriwayatkan kepada kami Yahya bin Abdillah dari Abu Abdirrohman al Habaliy dari Abdulloh bin Amru, (berkata) bahwasannya Abu Ayub al Anshoriy berada dalam suatu majelis, dan berkata: "Adakah salah seorang dari kalian yang mampu membaca sepertiga Al Qur'an setiap malam?" Hadirin menjawab: "Adakah seseorang yang mampu?". Beliau berkata: "Sesungguhnya Qul huwallohu ahad (setimbang) sepertiga Al Qur'an". (Perowi) berkata, kemudian datang Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam dan beliau mendengar (perkataan) Abu Ayub, lalu bersabda: "Abu Ayub benar".
[Hadits Lain]
Abu Isa at Tirmidzi berkata, telah meriwayatkan kepada kami Muhammad bin Basyar, meriwayatkan kepada kami Yahya bin Sa'id, meriwayatkan kepada kami Yazid bin Kaisan, telah mengabarkan kepadaku Abu Hazim dari Abu Huroiroh radhiyallohu 'anhu, ia berkata: Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda: "Tetaplah ditempat kalian, karena sesungguhnya aku akan membacakan kepada kalian sepertiga Al Qur'an". Maka para sahabat menunggu, lalu Nabi keluar terus membaca Qul huwallohu ahad, kemudian masuk. Lalu kami saling berbisik-bisik. Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda: "Sesungguhnya aku akan membacakan kepada kalian sepertiga Al Qur'an". Sesungguhnya aku melihat berita ini datang dari langit. Kemudian Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam keluar lalu berkata: "Sesungguhnya tadi aku berkata akan membacakan kepada kalian sepertiga al Qur'an. Ketahuilah sesungguhnya (Qul huwallohu ahad) setimbang sepertiga al Qur'an".
Demikian juga Muslim meriwayatkan dalam shohihnya dari jalan Ibnu Basyar dengan hadits ini. Dan Tirmidzi berkata hasan shohih ghorib, nama Abu Hazim adalah Salman.
[Hadits Lain]
Imam Ahmad berkata, telah meriwayatkan kepada kami Abdurrohman bin Mahdi dari Zaidah bin Qudamah dari Manshur dari Hilal bin Yasaf dari ar Rabi' bin Khutsaim dari Amru bin Maimun dari Abu Abdirrohman bin Abi Laila dari seorang wanita Anshor dari Abu Ayub dari Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam, beliau bersabda: "Apakah salah seorang dari kalian merasa lelah untuk membaca sepertiga al Qur'an di malam hari? Sesungguhnya barangsiapa yang membaca Qul huwallohu ahad, Allohush shomad pada malam hari, maka sungguh ia telah membaca untuk malam itu sepertiga Al qur'an".
Hadits ini ada sembilan jalur dalam riwayat Imam Ahmad. Tirmidzi dan Nasai keduanya meriwayatkan hadits ini dari jalan Muhammad bin Basyar Bandar. Tirmidzi dan Qutaibah menambahkan jalur periwayatan dari Abdurrohman bin Mahdi. Sehingga dengan dua jalur tambahan ini menjadi 11 jalur. Dalam riwayat Tirmidzi dari Abu Ayub, Tirmidzi menghasankannya lalu berkata: "Pada bab ini, (ada riwayat) dari Abu Darda', Abu Sa'id, Qotadah bin Nu'man, Abu Huroiroh, Anas, Ibnu Umar bin Mas'ud radhiyallohu 'anhum". Hadits ini hasan, dan kami tidak mengetahui seorangpun yang meriwayatkan hadits yang lebih hasan dari riwayatnya Zaidah dan tabi'nya atas riwayatnya Isroil dan Fudhoil bin 'Iyadh. Syu'bah dan yang lainnya dari orang-orang tsiqoh meriwaya0tkan dan berbeda-beda dalam periwayatannya.
[Hadits Lain]
Imam Ahmad berkata, telah meriwayatkan kepada kami Hasyim dari Hushoin dari Hilal bin Yasaf dari Abdurrohman bin Abi Laila dari Ubay Bin Kaab atau laki-laki anshor, berkata: Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:
"Barangsiapa yang membaca Qul Huwallohu Ahad, maka ia seolah-olah telah membaca sepertiga Al Qur'an".
An Nasai juga meriwayatkan hadits ini dalam Al Yaum wal Lailah dari jalur Hasyim dari Hushoin dari Ibnu Abi Laila, akan tetapi tidak menyebutkan adanya Hilal bin Yasaf.
[Hadits Lain]
Imam Ahmad berkata, telah meriwayatkan kepada kami Waqi', dari Sufyan dari Abi Qois dari Amr bin Maimun dari Abu Mas'ud radhiyallohu 'anhu, berkata: Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:
"Qul huwallohu Ahad setimbang dengan sepertiga Al Qur'an".
Demikian pula Ibnu Majah meriwayatkan hadits ini dari jalur Ali bin Muhammad ath Thonafisy dari Waqi'. An Nasai meriwayatkan dalam "al Yaum wal Lailah" melalui jalan lain, dari Amr bin Maimun secara marfu dan mauquf.
Hadits Lain
Imam Ahmad berkata, telah meriwayatkan kepada kami Bahz, meriwayatkan kepada kami Bakr bin Abi as Samith, meriwayatkan kepada kami Qotadah dari Salim bin Abil Ja'd dari Ma'dan ibn Abi Tholhah dari Abu Darda' radhiyallohu 'anhu, bahwasannya Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:
"Apakah salah seorang di antara kalian merasa payah untuk membaca sepertiga al qur'an setiap harinya?". Para sahabat menjawab: "Kami merasa lemah/ tidak mampu melakukannya dan kepayahan". Beliau bersabda: "Sesungguhnya Alloh membagi Al Qur'an menjadi tiga bagian, sedangkan Qul huwallohu ahad merupakan sepertiga al Qur'an".
Muslim dan an Nasa'i meriwayatkannya juga dari jalur Qotadah.
[Hadits Lain]
Imam Ahmad berkata, telah meriwayatkan kepada kami Umayyah bin Kholid, meriwayatkan kepada kami Muhammad bin Abdillah bin Muslim bin Akhiy bin Syihab dari pamannya az Zuhri dari Humaid bin Abdirrohman, yaitu Ibnu 'Aun dari Ibunya, yaitu Ummu Kultsum bintu 'Uqbah bin Abi Mu'ith, ia berkata: Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:
"Qul huwallohu ahad timbangannya sepertiga al Qur'an".
An Nasa'i juga meriwayatkannya dalam "Al Yaum wal Lailah" dari jalur Amr bin Ali dari Umayyah bin Kholid. Kemudian Nasa'i juga meriwayatkan dari jalan Malik dari az Zuhri dari Humaid bin Abdirrohman. An Nasai juga meriwayatkan dalam kitabnya "alYaum wal Lailah" hadits dari jalur Muhammad bin Ishaq dari al Harits bin Fudhoil al Anshoriy dari az Zuhri dari Humaid bin Abdirrohman dari sejumlah sahabat Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam yang menceritakan hadits dari Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bahwasannya beliau bersabda:
"Qul huwallohu ahad senilai sepertiga al Qur'an bagi yang membacanya dalam sholat".
BARANGSIAPA MEMBACANYA WAJIB MASUK SURGA
Berkata Imam Malik bin Anas dari 'Ubaidillah bin Abdirrohman dari 'Abd bin Husain[1] berkata aku mengengar Abu Huroiroh berkata:
"Aku menghadap Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam lalu terdengar seseorang membaca Qul huwallohu ahad. Lalu Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda: 'Wajib'. Aku bertanya: 'Wajib apa?' Beliau bersabda: "(wajib masuk) surga".
Tirmidzi dan an Nasa'i meriwayatkannya dari haditsnya Malik. At Tirmidzi berkata hasan shohih ghorib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari haditsnya Malik. Dan telah terdahulu dalam hadits "Kecintaanmu kepadanya (qul huwalllohu ahad) memasukkanmu ke surga".
ANJURAN UNTUK MEMBACANYA SECARA BERULANG-ULANG
Berkata al Hafidz Abu Ya'la al Maushuli, telah meriwayatkan kepada kami Mathor bin Basyir, meriwayatkan kepada kami Isa bin Maimun al Qursyi, meriwayatkan kepada kami Buroidah ar Roqosyi dari Anas radhiyallohu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:
"Apakah tidak ada yang mampu salah seorang dari kalian untuk membaca Qul huwallohu ahad sebanyak tiga kali di malam hari? Karena sesungguhnya ia sebanding dengan sepertiga al Qur'an".
Sanad hadits ini dho'if dan saya (pengumpul risalah-pent) dapati demikian.
[Hadits Lain]
Imam Abdulloh bin Imam Ahmad bin Hanbal berkata, telah meriwayatkan kepada kami Muhammad bin Abi Bakr al Muqoddami, meriwayatkan kepada kami adh Dhohak bin Muhammad, meriwayatkan kepada kami Ibnu Abi Dzi'bu dari Usaid bi Abi Usaid dari Mu'adz bin Abdillah bin Hubaib dari ayahnya, berkata: Kami ditimpa 'athosy dan kegelapan, lalu Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam mengunjungi kami. Beliau sholat bersama kami lalu keluar dan memegang tanganku, beliau Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda: "Ucapkanlah". Aku tetap diam. Beliau berkata lagi: "Ucapkanlah". Aku berkata: "Apa yang harus aku ucapkan?". Beliau berkata:
"(Ucapkan) Qul huwallohu ahad dan al mu'awidzatain ketika sore hari dan pagi hari sebanyak tiga kali, niscaya mencukupimu; setiap hari sebanyak dua kali".
Abu Dawud, Tirmidzi, dan an Nasa'i meriwayatkannya dari haditsnya Ibnu Abi Dzi'bu. Tirmidzi berkata hasan shohih ghorib dari sisi ini. An Nasai telah meriwayatkan hadits ini dari jalur lain, (yakni) dari Mu'adz bin Abdillah bin Hubaib dari ayahnya dari 'Uqbah bin 'Ammar, lalu menyebutkan haditsnya, dan lafadznya " تكفيك كل شيء ", yakni mencukupimu dari segala sesuatu.
[Hadits Lain]
Imam Ahmad berkata, telah meriwayatkan kepada kami Ishaq bin Isa, meriwayatkan kepadaku Laits bin Saad, meriwayatkan kepadaku al Kholil bin Murroh dari az Zuhri bin Abdillah dari Tamim ad Dari radhiyallohu 'anhu, ia berkata: Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan لا إله إلا الله واحدا أحدا صمدا لم يتخذ صاحبة ولا ولدا ولم يكن له كفوا أحد "(Tiada sesembahan yang haq kecuali Allohu yang Esa, Tempat bergantung (segala makhluq), yang tidak membutuhkan pembantu tiada pula anak, tidak ada sesuatu apapun yang sebanding denganNya) sebanyak 10 kali, maka Alloh catat baginya 4 juta kebaikan".
Ahmad dan al Kholil bin Murroh bersendirian dalam periwayatannya, Bukhori dan yang lainnya melemahkanya dengan sebab Murroh.
[Hadits Lain]
Berkata pula Imam Ahmad, telah meriwayatkan kepada kami Hasan bin Musa, meriwayatkan kepada kami Ibnu Lahi'ah, meriwayatkan kepada kami Zayyan bin Fa-ad dari Sahl bin Mu'adz bin Anas al Juhani dari Bapaknya dari Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam, beliau bersabda:
"Barangsiapa yang mengucapkan qul huwallohu ahad sampai akhir surat sebanyak 10 kali, maka Alloh akan bangunkan untuknya istana di surga". Umar berkata: "Jika demikian, kami akan memperbanyak bacaannya, Wahai Rasululloh". Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam berkata: "Alloh menyukai yang lebih banyak dan lebih baik".
Ahmad bersendirian dalam periwayatannya. Abu Ahmad ad Darimi meriwayatkan dalam musnadnya, ia berkata telah meriwayatkan kepada kami Abdulloh bin Yazid, meriwayatkan kepada kami Hayyawah, meriwayatkan kepada kami Abu Ubaid, yaitu Ibnu Ma'bad. Ad Darimi berkata ia mendengar dari al Abdal bahwasannya ia mendengar Said alMusayyib berkata, bahwasannya Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:
"Barangsiapa yang membaca qul huwallohu ahad sepuluh kali, maka Alloh bangunkan untuknya sebuah istana di surga, barangsiapa yang membacanya 20 kali maka Alloh bangunkan 2 buah istana di surga, barangsiapa yang membacanya sebanyak 30 kali Alloh bangunkan baginya 3 istana di surga." Lalu Umar berkata: "Jika demikian, kami (akan) memperbanyak istana kami". Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda: "Alloh lebih luas dari hal tersebut".
Hadits ini mursal jayyid.
[Hadits Lain]
Telah berkata al Hafidz Abu Ya'la al Maushuli, telah meriwayatkan kepada kami Nashir bin Ali, meriwayatkan kepadaku Nuh bin Qois, mengabarkan kepadaku Muhammad al 'Athor, mengabarkan kepadaku Ummu Katsir al Anshoriyah dari Anas bin Malik radhiyallohu 'anhu dari Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam, beliau bersabda:
"Barangsiapa yang membaca Qul Huwallohu ahad 5 kali (maka) Alloh ampuni dosanya selama 5 tahun".
Sanadnya dho'if.
[Hadits Lain]
Abu Ya'ala berkata, telah meriwayatkan kepada kami Abu ar Robi', meriwayatkan kepada kami Hatim bin Maimun, meriwayatkan kepada kami Tsabit dari Anas radhiyallohu 'anhu, ia berkata: Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:
"Barangsiapa yang membaca Qul huwallohu ahad dalam sehari sebanyak 200 kali maka Alloh catat baginya 1500 kebaikan kecuali akan dijadikan atasnya (teguh) di agama".
Sanadnya dho'if. Hatim bin Maimun di dhoifkan oleh Imam Bukhori dan yang lainnya. At Tirmidzi meriwayatkan dari Muhammad bin Marzuq al Bishri dari Hatim bin Maimun dengan hadits ini, dan lafadznya adalah: " من قرأ كل يوم ماءتي مرة قل هو الله أحد محي عنه ذنوب خمسين سنة إلا أن يكون عليه دين " "Barangsiapa yang membaca 'qul huwallohu ahad' setiap hari sebanyak 200 kali, dihapus darinya dosa-dosa selama 50 tahun kecuali akan dijadikan atasnya (teguh) di atas agama".
At Tirmidzi berkata dengan sanad yang sama dari Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam, beliau bersabda:
"Barangsiapa yang hendak pergi tidur di atas ranjangnya maka hendaknya tidur di atas sisi kanannya kemudian membaca qul huwallohu ahad seratus kali. Jika hari itu adalah hari kiamat, (maka) Rabb 'Azza wa Jala akan berkata kepadanya: 'Wahai hambaKu, masuklah ke surga dari sisi kananmu'."
(Tirmidzi) berkata Ghorib dari haditsnya Tsabit. Dan telah diriwayatkan dari jalur lain (yaitu) telah berkata Abu Bakar al Bazzar, meriwayatkan kepada kami Sahl bin Bahr, meriwayatkan kepada kami Hibban bin Ahglab, meriwayatkan kepada kami ayahku, meriwayatkan kepada kami Tsabit dari Anas, ia berkata: Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:
"Barangsiapa yang membaca Qul huwallohu Ahad sebanyak 200 kali, Alloh hapuskan dosanya selama 200 tahun".
Kemudian (Tirmidzi) berkata kami tidak mengetahui yang meriwayatkan hadits ini dari Tsabit kecuali al Hasan bin Abu Ja'far dan al Aghlab bin Tamim. Keduanya semisal dalam kejelekan hafalannya (su'ul hifzhi) di dalam menyebutkan kandungan hadits dari nama-nama rowi.
[Hadits Lain]
An Nasai berkata dalam tafsirnya (terhadap surat al Ikhlas), meriwayatkan kepada kami Abdurrohman bin Kholid, meriwayatkan kepada kami Zaid bin al Hubab, meriwayatkan kepada kami Malik bin Maghwul, meriwayatkan kepada kami Abdulloh bin Buroidah dari bapaknya, bahwasannya ia (Buroidah) masuk bersama Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam ke dalam masjid. Ada seorang laki-laki yang sholat dan berdoa : اللهم إني أسألك بأني أشهد أن لاإله إلا أنت الأحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد ولم يكون له كفوا أحد "(Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan Persaksianku bahwasanya tiada sesembahan yang haq kecuali Engkau, yang Maha Esa, tempat bergantung (seluruh makhluq), yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, tiada sesuatu apapun yang sekufu/ sebanding denganNya)". Rasululloh berkata: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya laki-laki itu telah memohon kepadaNya dengan namaNya yang agung, yang mana (jika seorang hamba) memohon dengan menyebut namaNya pasti diberi, jika berdoa pasti dikabulkan."
Ashabus sunan (Pemilik kitab sunan) mengeluarkan hadits ini dari jalan Malik bin Maghwul dari Abdulloh bin Buroidah dari Ayahnya. At Tirmidzi berkata hasan ghorib pada (lafadz) membacanya 10 kali setelah sholat wajib.
[Hadits Lain]
Al Hafidz Abu Ya'la al Maushuli berkata, telah meriwayatkan kepada kami 'Abdul A'la, meriwayatkan kepada kami Bisyr bin Manshur dari Umar bin Sinan dari Abu Syadad dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:
"Tiga perkara, barangsiapa yang berada di antaranya dengan keimanan (maka) akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki dan akan menikah dengan bidadari sesuai yang ia kehendaki; yaitu:(1) orang yang memaafkan pihak yang memeranginya, (2) melaksanakan (ibadah) agama dengan sembunyi-sembunyi, dan (3) membaca qul huwallohu ahad sebanyak 10 kali setiap akhir sholat wajib". Berkatalah Abu Bakar: "atau (melaksanakan) salah satu dari tiga perkara tersebut, Wahai Rasululloh?". Rasululloh berkata: "Atau salah satunya saja".
ANJURAN MEMBACA SURAT AL IKHLAS KETIKA MASUK RUMAH
Al Hafidz Abul Qosim ath Thobroniy berkata, telah meriwayatkan kepada kami Muhammad bin Abdillah bin Bakr as Siroj al 'Askariy, meriwayatkan kepada kami Muhammad bin al Farj, meriwayatkan kepada kamii Muhammad bin az Zaburqon dari Marwan bin Salim dari Abu Zur'ah dari Amru bin Jarir dari Jabir bin Abdillah radhiyallohu 'anhu, ia berkata: Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:
"Barangsiapa yang membaca qul huwallohu ahad ketika masuk rumah (maka) akan dihilangkan kefakiran bagi penghuni rumah tersebut dan tetangganya".
Sanadnya Dho'if.
ANJURAN MEMPERBANYAK BACAAN DI SETIAP WAKTU
Al Hafidz Abu Ya'la berkata, telah meriwayatkan kepada kami Muhammad bin Ishaq al Musayyi, meriwayatkan kepada kami Yazid bin Harun dari al 'Alaa' bin Muhammad ats Tsaqofiy, ia berkata aku mendengar Anas bin Malik berkata:
"Kami pernah bersama Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam di Tabuk, lalu matahari terbit dengan cahayanya yang terang yang tidak pernah kami lihat lagi seperti saat itu. Jibril datang kepada Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam lalu beliau Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bertanya: "Wahai Jibril, beritahukan kepadaku. Kami tidak pernah melihat matahari terbit pada hari ini dengan cahayanya yang terang, yang mana aku belum pernah melihat matahari terbit seperti sekarang ini?". (Jibril) berkata: "Sesungguhnya hal ini (disebabkan) Mu'awiyah bin Mu'awiyah al Laitsi pada hari ini telah meninggal di Madinah. Maka Alloh mengutus 70 ribu malaikat untuk mensholatinya". Beliau bertanya: "Mengapa bisa begitu?" Jibril berkata: "Karena Mu'awiyah banyak membaca qul huwallohu ahad pada malam hari dan siang hari, ketika ia berjalan, berdiri, duduk.... (diringkas-pent) .
Demikian al Hafidz Abu Bakar al Baihaqi meriwayatkannya dalam "Dalail an Nubuwwah" dari jalan Yazid bin Harun dari al 'Alaa' bin Muhammad, dan al 'Alaa ini (mutaham bil wadh'i) tertuduh memalsukan hadits. Wallohu a'lam.
Dari jalur periwayatan lainnya:
Abu Ya'la berkata, telah meriwayatkan kepada kami Muhammad bin Ibrohim asy Syamiy Abu Abdillah, meriwayatkan kepada kami 'Utsman bin al Haitsam, seorang muadzin masjid jami' di Bashroh, menurutku dari Mahmud ibnu Abdillah dari 'Atho' bin Abi Maimun dari Anas radhiyallohu 'anhu, ia berkata: Jibril turun kepada Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam lalu berkata: "Mu'awiyah bin Mu'awiyah al Laitsi telah meninggal, sukakah engkau untuk mensholatinya?". Beliau berkata: "Ya". Lalu beliau memukulkan tongkatnya ke bumi. Tiada ada pohon maupun akmah yang ada kecuali tadho'dho'at, Beliau mengangkat sarung beliau dan menghamparkannya. Lalu beliau bertakbir (sholat jenazah) dan di belakang beliau (ikut sholat) 2 shof malaikat, yang setiap shofnya terdiri dari 70 ribu malaikat. Lalu Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bertanya: "Wahai Jibril, dengan amal apakah ia mendapat kedudukan (mulia) ini dari Alloh Ta'ala?". Jibril berkata: "yaitu dengan kecintaannya terhadap qul huwallohu ahad, dan dengan kecintaan untuk membacanya tatkala bepergian, berdiri, duduk dan dalam setiap kondisi."
Al Baihaqi meriwayatkan dari riwayatnya Utsman bin al Haitsam seorang muadzin dari Mahbub bin Hilal. Abu Hatim ar Rozi berkata: Laisa bil masyhur. Dan hadits diriwayatkan dari jalan yang lain, dan kami meninggalkannya -diringkas-. Semua jalannya dho'if.
KEUTAMAAN AL IKHLAS BESERTA AL MU'AWIDZTAIN2
Imam Ahmad berkata, telah meriwayatkan kepada kami Abul Mughiroh, meriwayatkan kepada kami Mu'adz bin Rifa'ah, meriwayatkan kepadaku Ali bin Yazid dari al Qosim dari Abu Umamah dari 'Uqbah bin 'Amir, ia berkata: Aku bertemu dengan Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam, lalu aku mendahului beliau dan memegang tangan beliau. Aku berkata: "Wahai Rasululloh, dengan sebab apa seorang mukmin akan selamat?". Beliau berkata: "Wahai 'Uqbah, semangatkanlah bagi lisan dan....atas dosa-dosamu?". ('Uqbah) berkata: Lalu Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam menemuiku, beliau mendahuluiku dan memegang tanganku kemudian berkata: "Wahai 'Uqbah bin 'Amir, maukah kau aku ajarkan tiga kebaikan dalam surat yang terdapat Taurot, Injil, Zabur dan al Qur'an al 'Azhim?". Aku berkata: "Mau, semoga Alloh menjadikanku berfaidah dari Engkau". Beliau Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam membacakan untukku (qul huwallohu ahad) dan (qul a'udzu birobbil falaq) dan (qul a'udzu birobbinnas) kemudian berkata: "Wahai 'Uqbah, jangan pernah kau melupakannya. Janganlah engkau menginap (tidur) di malam hari hingga engkau membacanya". 'Uqbah berkata: "Aku tidak pernah melupakannya semenjak beliau Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam berkata jangan engkau lupakan dan jangan engkau tidur di malam hari hingga (kecuali) engkau membacanya". 'Uqbah berkata: "Kemudian aku menemui Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam, aku mendahului beliau dan aku memegang tangan beliau, lalu aku berkata: 'Wahai Rasululloh, kabarkan kepadaku tentang keutamaan-keutamaan amal'". Maka beliau Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam berkata: "Wahai 'Uqbah, sambunglah siapa saja yang memutus hubungan denganmu, berilah (hadiah) dari kerabatmu dan berpalinglah dari orang yang menzholimimu".
Tirmidzi meriwayatkan sebagiannya dalam az zuhud dari haditsnya 'Abdulloh bin Zahr dari Ali bin Yazid, lalu berkata : hadits ini hasan. Ahmad telah meriwayatkannya dari jalan lain, (Ahmad berkata) telah meriwayatkan kepada kami Husain bin Muhammad, meriwayatkan kepada kami Ibnu 'Abbas dari Usaid bin 'Abdirrohman al Khotsa'amiy dari Farwah bin Mujahid al Lakhomiy dari 'Uqbah bin 'Amir dari Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam, kemudian menyebutkan hadits yang semisal. Dan keadaannya sama, yaitu Ahmad bersendirian dalam periwayatannya.
[Hadits Lain Untuk Pengobatan]
Imam Bukhori berkata, telah meriwayatkan kepada kami Qutaibah, meriwayatkan kepada kami al Mufadhdhol daru 'Uqoil bin Syihab dari 'Urwah dari 'Aisyah (ia berkata):
"Bahwasannya Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam jika hendak tidur di ranjangnya pada tiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, lalu meniup pada keduanya dan membacakan qul huwallohu ahad, qul a'udzu birobbil falaq, dan qul a'udzu birobbinnas. Kemudian beliau usapkan kedua telapak tangannya ke tubuhnya sesuai yang beliau mampu. Beliau mulai dari kepala dan wajah, dan ke seluruh tubuh. Beliau lakukan hal itu tiga kali".
Demikian ahlus sunan (penulis kitab sunan) meriwayatkannya dari haditsnya 'Uqoil.
oo0oo
(Artikel Terkait: Tafsir Surat al Ikhlas -insya Alloh-)
[Sumber: Risalah "Tafsir al Ikhlas" di www.sahab.org, dialih-bahasakan -dengan perubahan- oleh Abu Muslim al Katuniy]
[1] Di dalam al Muwatho' disebutkan: Telah meriwayatkan kepadaku dari Malik dari Ubaidulloh bin Abdirrohman dari Ubaid bin Hunain, maula Keluarga Zaid ibnul Khoththob. Ia berkata: Aku mendengar Abu Huroiroh berkata: Aku menghadap bersama Nabi Sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam ... al hadits
[2] surat al Falaq dan Surat an Naas-pent
|
 |
 |
 |  |
|
|
|